So today I read Tun Mahathir refuted an allegation that he had misused 1.2mil in order to pay foreign think-tank, which is allegedly crooked as hell. He rebutted by saying he knew nothing about them, he was asked by someone to meet them, and government has not paid single cent for that service, but by someone else. The other face of that reality can be read here:http://www.malaysia-today.net/Blog-e/2006/02/mahathir-admits-fee-paid-to-meet-bush.htm
So today I say a figure-perfect woman wearing a tudung/scarf and wearing a tight pink shirt and low-bottom jean. what a contradiction.
So today I watched MTV and as you know, it has been quite a trip to semi-pornoland when watching MTV this day. Lotsa semi-nudity gyrating at no extra fee, and yet the ironic slap that many are lamenting what an easy ordeal to get an off-the-shelves erotica and extravagantly cheap smut at your local off-the-road or pasar malam peddlers/hawkers. And then I went for a jemaah prayer at the masjid.
So I guess I am quite bi-polar. Trying to erase the negativity is like trying to win a war against an invincible person, whose punches are quick, whose timing is very good, who knows all your weakness, who retreat a little when you gain an edge, and who knows more about you than yourself. Sometimes I am an angel with a wing, sometimes I am evil-grinned sucker.
Jadi, ada sedikit cerita yang diceduk dari sumber yang ku kurang periksa:
Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya Abu Bakar r.a., Umar r.a., Uthman r.a. dan Ali bertamu ke rumah Saidina Ali. Di rumah Saidina, isterinya Saidatina Fathimah, puteri Rasulullah saw. Menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik. Dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda
tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Abu Bakar r.a. berkata, “Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut.
Umar r.a. berkata, Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Seorang raja itu lebih manis dari madu dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut.
Uthman r.a. berkata, Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut.
Ali r.a. berkata, Tetamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu itu lebih manis dari madu dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut.
Fathimah r.ha. berkata, Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Wanita yang berpurdah itu lebih manis dari madu dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut.
Rasulullah SAW berkata, Seorang yang mendapat taufik untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut.
Malaikat Jibril a.s. juga berkata, Menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Menyerahkan diri, harta dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut.
Allah SWT berfirman, SyurgaKu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu. Nikmat syurgaKu itu lebih manis dari madu dan jalan menuju syurgaKu adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut.